Sejarah Desa

      Setiap perjuangan meninggalkan sejarah. Demikian juga dengan lahirnya Desa Gunung Antasari yang merupakan pemekaran dari Desa Induk (Desa Tungkaran Pangeran) yang Proaktif memekarkan wilayahnya dengan mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya :
      - Kian pesatnya pertumbuhan penduduk.
      - Percepatan pembangunan Struktur dan infra instruktur.
      - Potensi Sumberdaya Alamnya.
      Pertengahan tahun 2007 merupakan langkah awal/Fase pertama yang menjadi dasar berpijak bagi Panitia Pemekaran Desa dalam bekerja, tugas pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan dan mencatat data tentang Potensi Sumber Daya Alam, SUmber Daya Manusia Wilayah yang akan dimekarkan. Panitia berbagi tugas dalam melakukan Konsultasi ke berbagai pimpinan pemerintahan mulai dari tingkat RT, Kecamatan hinga Kabupaten.
      Selama hampir 1 tahun menunggu titik terang kearah Pemekaran Desa belum terlihat, hingga membuat panitia pemekaran Episode pertama yang terdiri dari
      1. JUNAEDY                            (Ketua)
      2. SADE                                  (Sekretaris)
      3. AGOES RAKHMADY               (Bendahara)
      4. HARIANTO                          (Anggota)
      5. MUHAMMAD NOOR              (Anggota)
      6. MISRANSYAH                      (Anggota)
      7. ABDURRAHMAN                  (Anggota)
      Hampir putus asa, hingga akhirnya di seputaran tahun 2008, Salah seorang Tokoh Masyarakat Pal satu kodeco yang juga sesepuh masyarakat H.DAULAT THALIB serta didukung sepenuhnya oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, ( H.SUPIANSYAH. ZA. SE / H.UPI ) memberikan Isyarat akan terwujudnya pemekaran Desa Tungkaran Pangeran. H.SUPIANSYAH. ZA. SE memerintahkan kepada saudara  JUNAEDY, SADE, MISRANSYAH, AGOES RAKHMADY, MUHAMMAD NOOR, HARIANTO untuk mengundang Para Panitia Pemekaran episode pertama ke rumah beliau guna mengadakan musyawarah tindak lanjut kerja panitia pemekaran, namun setelah di adakan Rapat musyawarah ternyata kepanitiaan episode pertama, perlu di adakan perombakan, hal tersebut di karenakan ada anggota pemekaran yang kurang aktif.
      Adapaun kesimpulan Musyawarah pada malam itu forum sepakat membentuk kepanitiaan yang baru. Alhasil terpilihlah beberapa Orang sebagaimana yang tercantum di bawah, menjadi Panitia Pemekaran Desa Episode Kedua yaitu :
      1. H.SUPIANSYAH. ZA. SE / H.UPI          (Penasehat/Penyandang Dana operasional)
      2. H. DAULAT THALIB                            (Penasehat/Penyandang Dana operasional)
      3. AGOES RAKHMADY, M.Ad                 (Penyandang Dana operasional)
      4. JUNAEDY                                            (Ketua)
      5. SADE                                                  (Sekretaris)
      6. MISRANSYAH                                      (Bendahara)
      7. HARIANTO                                          (Anggota)
      8. MUHAMMAD NOOR                            (Anggota)
      9. ACHMAD YANI                                    (Anggota)

      Berkat kegigihan, keuletan Panitia Episode Kedua dalam memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Pal satu sampai pal empat yang ingin mempunyai Desa Sendiri, ditambah dukungan Moral, dari para tokoh Masyarakat, Agama, Pemuda dan Wanita, akhirnya pada Hari Jum'at, tanggal 31 Mei 2008 Pukul 14 : 30 WITA bertempat Mesjid Al Amin Jalan Banyuwangi, Akhirnya perjuangan panitia Pemekaran Episode Kedua berbuah manis, hal tersebut di tandai dengan resmikanya Sebuah Desa Persiapan Baru sekaligus pelantikan pertama : Dr. H. ZAIRULLAH AZHAR. Msc. Pemekaran dari Desa Tungkaran Pangeran kecamatanSimpang Empat, kapubaten Tanah Bumbu, yang diberi nama oleh Beliau yaitu " DESA PERSIAPAN GUNUNG ANTASARI"