Visi Misi

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan serta menjadi Desa bebas dari kemiskinan, Desa Gunung Antasari ditetapkan visi desa, yaitu : “DESA GUNUNG ANTASARI  YANG PRODUKTIF, TERTIB, AMAN, SEHAT,    DEMOKRATIS, DAN AGAMIS”.
Visi tersebut mengandung pengertian bahwa kondisi desa Gunung Antasari  yang ingin diwujudkan dimasa yang akan datang adalah Gunung Antasari yang produktif, tertib, aman, sehat, demokratis dan agamis yang semuanya itu akan diwujudkan melalui misi.
Produktif  dalam arti penekanan kepada setiap warganya dari berbagai profesi, agar mereka betul-betul matang dan ahli di bidangnya masing-masing. Tolak ukur profesionalisme ini dapat dilihat dari kualitas hasil kerja dihadapkan kepada efisiensi penggunaan dana, sarana, tenaga serta waktu yang diperlukan.
Tertib dalam arti bahwa setiap warga negara secara sadar menggunakan hak dan menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya sehingga terwujud kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan yang tertib semuanya secara pasti, berpedoman pada sistem ketentuan hukum/ perundang-undangan yang esensial untuk terciptanya disiplin nasional.
Aman dalam arti bahwa terwujudnya tertib pemerintahan dan tertib kemasyarakatan akan sangat membantu terwujudnya keamanan dan ketentraman masyarakat. Kondisi aman ini perlu ditunjang demi terpeliharanya stabilitas desa.
Sehat dalam arti bahwa tertibnya lingkungan hidup yang akan dapat menjamin kesehatan jasmani dan rohani bagi masyarakat/ manusia yang menghuninya. Definisi sehat didalam visi desa adalah masyarakat diharapkan memiliki pola hidup sehat baik jasmani maupun rohani.
Demokratis dalam arti bahwa adanya kebebasan berpendapat, berbeda pendapat, dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama- sama dengan penuh rasa tanggungjawab.
Agamis dalam arti bahwa kehidupan masyarakat Gunung Antasari senantiasa diwarnai oleh nilai-nilai religius dan budi pekerti yang luhur. Pentingnya aspek agama tidak diartikan sebagai bentuk primordialisme untuk suatu agama tertentu, tetapi harus diartikan secara umum bahwa nilai-nilai luhur yang dianut oleh semua agama semestinya dapat ditentukan dalam interaksi sosial sehari-hari.
Misi
Misi merupakan pernyataan tentang tujuan operasional organisasi  (Pemerintah Desa) yang diwujudkan dalam produk dan pelayanan, sehingga dapat mengikuti irama perubahan zaman bagi pihak-pihak yang berkepintingan bagi masa mendatang. Sebagai penjabaran dari Visi yang ditetapkan diatas, pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu yang akan dilaksanakan untuk pencapaian Visi tersebut. Dengan adanya pernyataan Misi organisasi, maka akan dapat dijelaskan mengapa organisasi eksis dan apa maknanya pada masa yang akan datang.
Adapun MISI Desa Gunung Antasari  2011 – 2016  adalah sebagai berikut :
Mewujudkan kesejahteraan dengan prioritas mencerdaskan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang didasarkan kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mewujudkan demokratisasi dan partisipatif dalam segala aspek kehidupan, menghormati hak asasi manusia, menjamin tegaknya hak asasi manusia dan supremasi hukum.
Mewujudkan peningkatan produksi, produktivitas, dan nilai tambah hasil-hasil potensi desa yang mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi tenaga pengangguran.
Peningkatan dan penyempurnaan Sistem Administrasi Pernerintahan Desa dan melakukan pembenahan sistem perbatasan wilayah dan pembuatan rencana tata ruang dan wilayah yang belum memenuhi penertiban/penetapan batas wilayah dan tata ruang desa secara jelas dan pasti.
Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dalam rangka membangunan perekonomian rakyat  dan menggali potensi yang dilaksanakan secara profesional dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Meningkatkan fungsi pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan peningkatan kemampuan aparat pemerintahan desa menuju pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab, dan adil, dengan terintegrasi dalam kesatuan masyarakat yang menghormati kaidah hidup bersama.
Meningkatkan kesadaran yang tinggi pada seluruh lapisan masyarakat terhadap kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna terjaminnya pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam penggalian gagasan masyarakat diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menyampaikan usulan kepada aparat desa dalam menyampaikan kebutuhannya.
4.1.3. Nilai-nilai yang ada dalam Visi dan Misi tersebu sehingga good governance bisa dicapai :
Nilai memberikan batasan dan tuntunan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam mewujudkan visi. Atas dasar nilai itu maka tidak semua cara boleh ditempuh.
Untuk mencapai visi desa Gunung Antasari  maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain asas kebersamaan, keterbukaan, jujur, adil, demokratis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan sehingga menjadi pemerintahan yang baik (Good Governance) dengan karakteristik sebagai berikut:
Transparansi. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan arus informasi. Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah di berbagai kegiatan. Proses-proses, lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahami dan dapat dimonitor.
Dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/ pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta, dan masyarakat bertanggungjawab kepada publik dan lembaga-lembaga stakeholders. Akuntabilitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi.
Demokratis. Dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.
Pelayanan Prima. Pelayanan kepada masyarakat merupakan hal yang utama untuk diperhatikan. Dalam hal ini kepuasan masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan bagi setiap organisasi (pemerintah) untuk tetap dapat diterima oleh masyarakat. Untuk itu pola-pola pelayanan yang perlu diselenggarakan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Efektivitas dan efisiensi. Proses-proses dan lembaga-lembaga menghasilkan sesuai dengan apa yang telah digariskan dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia sebaik mungkin.
Partisipasi. Setiap warga desa Gunung Antasari mempunyai suara dalam pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui intermediasi institusi legitimasi yang mewakili kepentingannya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan  pemeliharaan/pasca konstruksi.